AcSES Motivasi
Entrepeneur Muda Melalui Seminar Bisnis
Dr. Muhamad Nafik Hadi Ryandono, SE.,
M.Si, (Tengah) Bersama Kedua Materi Seminar Bisnis Bertajuk “Bright Your Future
Become Moeslem Entrepreneur”. (Foto: Istimewa)
UNAIR NEWS – Mental menjadi
wirausahawan harus dibangun sejak dini, itulah yang menjadi landasan Organisasi
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, AcSES
(Association of Sharia Economics Studies) menggelar Seminar Bisnis yang
bertajuk “Bright Your Future Become Moeslem Entrepreneur”, Sabtu (21/05).
Bertempat di Aula Fadjar FEB UNAIR. Acara tersebut dihadiri oleh dosen
sekaligus pengusaha, Dr. Muhamad Nafik Hadi Ryandono, SE., M.Si,
Owner Jatinom, Indah Hidayatur Rahman, dan Owner Falle Corporation,
Andy Suryansyah, S.ST.
Dosen Ekonomi Islam UNAIR, Dr.
Muhamad Nafik Hadi Ryandono, SE., M.Si, menjelaskan bawa kiblat bagi muslim
yang ingin menjalankan bisnis tentunya adalah Nabi Muhammad, konsep kejujuran
dan profesionalitas selalu diterapkannya. Selain itu, berwirausaha adalah
profesi yang digeluti oleh Nabi Muhammad SAW sejak masih muda, bahkan
Rasulullah sudah dikenal di belahan dunia berkat keahlian dan kejujurannya
dalam berdagang.
“Berbisnis merupakan jalan yang
ditempuh oleh Nabi Muhammad SAW bahkan sejak dari umur 6 tahun, Rasulullah
sudah mengembala kambing milik pamannya dengan menggunakan sistem bagi hasil.
Ketika umur 18 tahun, Nabi sudah menjadi konglomerat tingkat dunia,” tuturnya.
Menambahkan pernyataan Nafik,
Owner Jatinom Hidayatur Rahman menjelaskan bahwa dalam menjalankan sebuah
bisnis, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengawalinya dengan niatan
ibadah. Baginya niat menjalankan bisnis untuk beribadah kepada Allah SWT akan
menemui banyak kelebihan, ketika bisnis yang dijalankan mengalami kerugian maka
tidak akan kecewa apalagi putus asa, jika untung tentu syukur akan menyertai.
“Sebelum menjalankan bisnis, kita
harus niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah, karena dengan demikian bisnis
yang kita jalankan akan selalu dalam penjagaan-Nya,” ujarnya.
Owner Jatinom yang akrab disapa
Dayat tersebut juga menambahkan, bahwa yang terpenting di dalam berbisnis
adalah harus dimulai dari pasar. Ia menekankan, bahwa dengan mengetahui pasar
akan memudahkan pebisnis untuk tahu produk yang dinginkan dan dibutuhkan oleh
masyarakat, dengan demikian produk tersebut dapat terjual.
“Jangan memulai bisnis dengan
membuat produknya tanpa survei pasarnya, hal itulah yang membuat produk tidak
laku terjual,” tandasnya.
Melengkapi penjelasan kedua
pemateri yang hadir, Pungkas Andy Suryansyah, S.ST selaku Owner Falle
Corporation, menjelaskan bahwa kendala yang dialami oleh para mahasiswa untuk
berbisnis biasanya terkait dengan modal. Namun, baginya hal tersebut dapat
diatasi dengan mengikuti berbagai perlombaan seperti Business Plan atau PKM
yang diselenggarakan oleh Dikti.
“Masalah klasik yang dialami oleh
para mahasiswa yang ingin berbisnis pastinya adalah terkait modal. Hal itu
mudah sekali, apalagi kita sebagai kaum mahasiswa yang terdidik. Ikut saja
Bisnis Plan atau PKM yang dilaksanakan oleh Dikti. Jika menang hadiahnya dapat
digunakan sebagai modal,” tegasnya. (*)
Penulis : Pito Budi Prasetyo
Editor : Nuri Hermawan
http://news.unair.ac.id/2016/05/27/acses-motivasi-entrepeneur-muda-melalui-seminar-bisnis/
http://news.unair.ac.id/2016/05/27/acses-motivasi-entrepeneur-muda-melalui-seminar-bisnis/






