Tuesday, September 27, 2016

Kiat Memimpin Bank Ritel, Mikro dan Konsumer
Review buku “Kiat Memimpin Bank Ritel, Mikro dan Konsumer”
 Karya : Soetanto Hadinoto
Oleh : Pito Budi Prasetyo
Jumlah Halaman : 338
Tahun : 2009




Untuk menambah wawasan dan referensi buku-buku perbankan yang sangat langka, kita memerlukan buku leadership yang menyangkut kiat memimpin bank ritel, bank mikro, dan konsumer yang unggul dalam melayani jasa konsumen serta komersial.

Sektor UKM di Indonesia mencapai 70% dan sebagian besar tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor tersebut. Karena modal yang dimiliki oleh UKM di Indonesia sangat terbatas sehingga perkembangan UKM di Indonesia cenderung stagnan. Oleh karena itu, peran Bank Ritel sangat diperlukan  dalam meningkatkan UKM di Indonesia. 

Pengertian Bank Ritel menurut Bank Indonesia adalah bank yang melayani pinjaman kecil dan menengah sampai dengan Rp 50 miliar. Organisasi Bank Ritel disesuaikan dengan besar-kecilnya bank. Dalam organisasi, unit kerja bank merupakan hal sangat strategis karena susunan organisasi yang tepat dapat memengaruhi baik atau tidaknya perusahaan. Berdasarkan analisis jabatan beban kerja dan adanya prinsip Intern Control, jabatan yang harus ada di Kantor Cabang sekurang-kurangnya adalah  orang ditambah seorang pramubakti, sopir dan satpam. Organisasi Kantor Unit Bank ditetetapkan minimal 4 orang, yang terdiri atas 1 orang Kepala Unit, 1 orang Account Officer, 1 orang Customer Service, 1 orang teller dan terus berkembang sesuai perkembangan usaha Bank Ritel tersebut.
             
Dari segi pendapatan terbesar bank (aktiva bank), produk-produk bank meliputi pinjaman yang merupakan penghasil bunga pinjaman. Dari segi pasiva, produk bank meliputi simpanan, yang terdiri dari Tabungan, Deposito dan Giro yang perlu ditingkatkan untuk mendukung likuiditas bank. Khusus tabungan yang merupakan dana murah bagi bank dibanding deposito, banlk-bank berlomba memberikan hadiah menarik dari bank keperluan rumah tangga sampai dengan mobil, sepeda motor, dan barang-barang elektronik.

Pelayanan Bank yang baik dan ramah sangat dibutuhkan perbankan dalam rangka menghadapi persaingan antarbank yang semakin marak, meningkatkan image bank dan kepercayaan serta kepuasan nasabah.

Sumber Daya Manusia juga merupakan faktor terpenting dalam operasional bank. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia ini harus dipersiapkan dengan baik, ditinjau dari segi kualitas dan kuantitasnya. Faktor manusia inilah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu usaha. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya manusia merupakan suatu ilmu yang mutlak harus dikuasai oleh manajemen. Untuk mempelajari ilmu tersebut, kita perlu mengetahui seberapa besar nilai tenaga kerja bagi perusahaan ditinjau dari sudut penilaian top management.


Pendapat tokoh perusahaan multinasional Sony Crop, Mr. Akio Morita, mengatakan bahwa urutan perkembangan suatu perusahaan adalah “How to make the staff confident in the company, how to make the end users happy, dan how to make the shareholders happy”. Sehubungan dengan itu, sikap manusia terhadap pekerjaan akan didasarkan pada keseimbangan antara hak, kewajiban dan tanggung jawab. Keseimbangan antara ketiganya sangat diperlukan untuk dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis. Keharmonisan ini akan meningkatkan semangat kerja pada setiap individu. Menurut Rockfeller Jr. : “I believe that every right implies a responsibility, every opportunity, an obligation, every possesion a duty”. Sebaliknya jika terjadi ketidakseimbangan, timbullah konflik.

Ciri Bank Ritel antara lain bersifat massal, jumlah tenaga kerjanya banyak dan jaringan operasionalnya luas (networking), yang terdiri atas Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Unit di kota atau di pedesaan yang dekat dengan nasabah kecil. Selain itu juga diperlukan tenaga staf yang dengan tekun mendidik calon debitur terutama mengenai bidang administrasi/pembukuan usahanya, dan pengawasan terhadap beberapa kantor sampai unit-unit kerja terdepan (Span of Control terjangkau). Kemudian untuk dapat menyalurkan kredit UKM diperlukan waktu, pengalaman yang cukup lama, dan adanya pendidikan atau training khusus secara berjenjang dan terus-menerus.

Untuk mencapai keberhasilan sebagai Bank Ritel yang baik, diperlukan visi dan misi serta strategi yang jelas. Tujuan Bank Ritel adalah unrtuk meningkatkan pendapatan melalui pelayanan proaktif yang prima untuk dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan nasabaha atas keunggulan produk bisnis kredit ritel yang jumlah dan kualitas portofolionya berkembang sehat dan menguntungkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi keunggulan produk serta mengembangkan jumlah dan kualitas kredit yang sehat.

Mengingat Bank Ritel mempunyai jumlah nasabah yang ribuan bahkan jutaan orang dan dalam jumlah unit kerja yang banyak, maka untuk lebih dapat mendekatkan pelayanan kepada para nasabah, harus ada tenaga staf yang profesional di bidang kredit ritel dan mikro.

Di samping itu, untuk memotivasi staf yang menangani UKM diberikan reward bagi pegawai yang berhasil atau berprestasi dalam mengembangkan UKM yang dimiliki oleh nasabah. Namun, bagi mereka yang tidak jujur, apalagi ada faktor vested interest, akan dikenakan punishment yang berat. Oleh karena itu, peranan audit atau pengawasan intern harus dilakukan oleh para auditor yang berpengalaman dan telah mengikuti training di bidangnya.

Untuk mencapai keberhasilan pelayanan UKM serta mempunyai performance Bank Ritel yang baik diperlukan seorang bankir yang telah berpengalaman cukup lama sehingga kepemimpinan (leadership) merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan bank karena pemimpin yang baik akan memberikan contoh teladan bagi para karyawan. Dengan kepemimpinan, akan tercipta kerja sama yang efektif dalam mencapai sasaran perusahaan bank.


Penulis : Pito Budi Prasetyo        

No comments:

Post a Comment