Kiat Memimpin Bank
Ritel, Mikro dan Konsumer
Review buku “Kiat Memimpin Bank Ritel, Mikro dan
Konsumer”
Karya : Soetanto Hadinoto
Oleh : Pito Budi Prasetyo
Jumlah Halaman : 338
Tahun : 2009
Untuk menambah wawasan dan referensi
buku-buku perbankan yang sangat langka, kita memerlukan buku leadership yang menyangkut kiat memimpin
bank ritel, bank mikro, dan konsumer yang unggul dalam melayani jasa konsumen
serta komersial.
Sektor UKM di Indonesia mencapai 70% dan
sebagian besar tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor tersebut. Karena modal
yang dimiliki oleh UKM di Indonesia sangat terbatas sehingga perkembangan UKM
di Indonesia cenderung stagnan. Oleh karena itu, peran Bank Ritel sangat diperlukan dalam meningkatkan UKM di Indonesia.
Pengertian Bank Ritel menurut Bank
Indonesia adalah bank yang melayani pinjaman kecil dan menengah sampai dengan
Rp 50 miliar. Organisasi Bank Ritel disesuaikan dengan besar-kecilnya bank.
Dalam organisasi, unit kerja bank merupakan hal sangat strategis karena susunan
organisasi yang tepat dapat memengaruhi baik atau tidaknya perusahaan.
Berdasarkan analisis jabatan beban kerja dan adanya prinsip Intern Control,
jabatan yang harus ada di Kantor Cabang sekurang-kurangnya adalah orang ditambah seorang pramubakti, sopir dan
satpam. Organisasi Kantor Unit Bank ditetetapkan minimal 4 orang, yang terdiri
atas 1 orang Kepala Unit, 1 orang Account Officer, 1 orang Customer Service, 1
orang teller dan terus berkembang sesuai perkembangan usaha Bank Ritel
tersebut.
Dari segi pendapatan terbesar bank
(aktiva bank), produk-produk bank meliputi pinjaman yang merupakan penghasil
bunga pinjaman. Dari segi pasiva, produk bank meliputi simpanan, yang terdiri
dari Tabungan, Deposito dan Giro yang perlu ditingkatkan untuk mendukung
likuiditas bank. Khusus tabungan yang merupakan dana murah bagi bank dibanding
deposito, banlk-bank berlomba memberikan hadiah menarik dari bank keperluan
rumah tangga sampai dengan mobil, sepeda motor, dan barang-barang elektronik.
Pelayanan Bank yang baik dan ramah
sangat dibutuhkan perbankan dalam rangka menghadapi persaingan antarbank yang
semakin marak, meningkatkan image bank dan kepercayaan serta kepuasan nasabah.
Sumber Daya Manusia juga merupakan
faktor terpenting dalam operasional bank. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia
ini harus dipersiapkan dengan baik, ditinjau dari segi kualitas dan
kuantitasnya. Faktor manusia inilah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan
suatu usaha. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya manusia merupakan suatu
ilmu yang mutlak harus dikuasai oleh manajemen. Untuk mempelajari ilmu
tersebut, kita perlu mengetahui seberapa besar nilai tenaga kerja bagi
perusahaan ditinjau dari sudut penilaian top management.
Pendapat tokoh perusahaan multinasional
Sony Crop, Mr. Akio Morita, mengatakan bahwa urutan perkembangan suatu
perusahaan adalah “How to make the staff
confident in the company, how to make
the end users happy, dan how to make
the shareholders happy”. Sehubungan dengan itu, sikap manusia terhadap
pekerjaan akan didasarkan pada keseimbangan antara hak, kewajiban dan tanggung
jawab. Keseimbangan antara ketiganya sangat diperlukan untuk dapat menciptakan
suasana kerja yang harmonis. Keharmonisan ini akan meningkatkan semangat kerja
pada setiap individu. Menurut Rockfeller Jr. : “I believe that every right implies a responsibility, every
opportunity, an obligation, every possesion a duty”. Sebaliknya jika
terjadi ketidakseimbangan, timbullah konflik.
Ciri Bank Ritel antara lain bersifat
massal, jumlah tenaga kerjanya banyak dan jaringan operasionalnya luas (networking), yang terdiri atas Kantor
Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Unit di kota atau di pedesaan yang dekat
dengan nasabah kecil. Selain itu juga diperlukan tenaga staf yang dengan tekun
mendidik calon debitur terutama mengenai bidang administrasi/pembukuan
usahanya, dan pengawasan terhadap beberapa kantor sampai unit-unit kerja
terdepan (Span of Control
terjangkau). Kemudian untuk dapat menyalurkan kredit UKM diperlukan waktu,
pengalaman yang cukup lama, dan adanya pendidikan atau training khusus secara
berjenjang dan terus-menerus.
Untuk mencapai keberhasilan sebagai Bank
Ritel yang baik, diperlukan visi dan misi serta strategi yang jelas. Tujuan
Bank Ritel adalah unrtuk meningkatkan pendapatan melalui pelayanan proaktif
yang prima untuk dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan nasabaha atas
keunggulan produk bisnis kredit ritel yang jumlah dan kualitas portofolionya
berkembang sehat dan menguntungkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi
keunggulan produk serta mengembangkan jumlah dan kualitas kredit yang sehat.
Mengingat Bank Ritel mempunyai jumlah
nasabah yang ribuan bahkan jutaan orang dan dalam jumlah unit kerja yang
banyak, maka untuk lebih dapat mendekatkan pelayanan kepada para nasabah, harus
ada tenaga staf yang profesional di bidang kredit ritel dan mikro.
Di samping itu, untuk memotivasi staf
yang menangani UKM diberikan reward
bagi pegawai yang berhasil atau berprestasi dalam mengembangkan UKM yang
dimiliki oleh nasabah. Namun, bagi mereka yang tidak jujur, apalagi ada faktor vested interest, akan dikenakan punishment yang berat. Oleh karena itu,
peranan audit atau pengawasan intern harus dilakukan oleh para auditor yang
berpengalaman dan telah mengikuti training di bidangnya.
Untuk mencapai keberhasilan pelayanan
UKM serta mempunyai performance Bank
Ritel yang baik diperlukan seorang bankir yang telah berpengalaman cukup lama
sehingga kepemimpinan (leadership)
merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan bank karena pemimpin yang
baik akan memberikan contoh teladan bagi para karyawan. Dengan kepemimpinan,
akan tercipta kerja sama yang efektif dalam mencapai sasaran perusahaan bank.
Penulis : Pito Budi Prasetyo

No comments:
Post a Comment