Perjalanan Anak
Kampung Miskin Menggapai Mimpi
Review buku “Pohon
harapan dari tanah rawa” karya Md. Aminudin
Buku ini menceritakan tentang tokoh yang
menginspirasi yaitu Isro Umarghani. Beliau lahir di tengah keluarga miskin yang agamis tepatnya di desa
klurahan, kediri. Beliau merupakan sosok karakter pemimpin yang dirindukan oleh
bangsa Indonesia. Pribadi yang jujur, santun, ramah dan rendah hati ini menjadi
idola dan kebanggan rakyat Bontang. Lika-liku kehidupannya yang dimulai dari
sejak kecil, tak membuat beliau kecil hati untuk menggapai mimpi-mimpinya.
Di tengah kesulitan ekonomi yang mendera
keluarganya sewaktu Isro muda, tak membuat isro menyerah dengan keadaannya.
Bahkan Isro membantu ibunya ke sawah ketika beliau pulang dari sekolah. Dengan tekad
baja, beliau dapat melanjutkan ke tingkat STM di kediri, tidak punya uang untuk melanjutkan kuliah, menjadi buruh
pabrik, merantau ke Bontang, Kalimanta Timur, meniti karier dengan tekun di PT
Pupuk Kaltim sampai akhirnya pindah kuadran menjadi anggota DPRD Kota Bontang
dan akhirnya kini menjadi Wakil Walikota Bontang.
Kalau dirumuskan, kunci
sukses dari seorang Isro Umarghani pada dasarnya ada dua. Yakni kompetensi dan
attitude. Dua kunci ini adalah dua aspek yang selalu menandai pencapaian Isro
dalam hampir semua tahap kehidupannya. Sebagai seorang anak STM yang hidup
sendiri di Kota Kediri, jauh dari rumahnya, Isro berhasil mencapai prestasi
akademik yang baik sekaligus mampu menopang biaya hidupnya dengan membantu
kawan-kawannya membuat tugas gambar sekolah. Hal ini dimungkinkan karena Isro
anak cerdas, tekun, pendiam, dan tidak “neko-neko”.
Dua aspek ini pulalah
menjadi dasar dari sukses karir seorang Isro di Pupuk Kaltim. Beruntung, meski
bukan sarjana, Isro bisa berkembang karena pada dasarnya pintar, memiliki
kemampuan menyerap ilmu yang di atas rata-rata. Tapi pintar saja tidak cukup.
Isro juga tekun, sopan, mau belajar dan berbagi dengan anak buahnya.
Satu hal lagi, Isro
beruntung bertemu seorang atasan di Pupuk Kaltim yang kemudian menjadi
mentornya. Atasannya ini bernama Bapak Arifin yang telah melakukan “Talent
Scout” dan membimbingnya ke jalan karirnya yang lebih baik. Mulai dari belajar
ke Luar Negeri sampai naik pangkat, ada tangan pak Arifin di sana. Harus
diakui, kehadiran seorang mentor atau Talent Scouter sangat penting dalam
proses perkembangan seseorang. Namun mentor hanya akan datang atau muncul bila
seseorang memiliki kompetensi dan sikap yang baik. Isro memiliki itu maka
mentor pun mendatanginya.
Salah satu keistimewaan
Isro lainnya adalah religius dan berjiwa sosial. Karena itu, ia aktif di bidang
kerohaian islam, menghidupkan masjid, membangun sekolah islam terpadu bersama
teman-temannya, semuanya demi kemajuan masyarakat sekitar. Dengan latar
belakang demikian figur Isro berkembang, tidak hanya sebagai profesional yang
berkualitas tapi juga dalam aktivitas sosial. Aktivitas sosial inilah yang pada
gilirannya berakumulasi menjadi modal sosial, kemudian modal politik sehingga
akhirnya ia dilamar partai politik (PKS) untuk menjadi caleg dan selanjutnya
terpilih sebagai wakil ketua DPRD Bontang.
Pada awalnya, Isro
Umarghani mengalami “gegar budaya”, gegar antara budaya organisasi bisnis
profesional seperti Pupuk Kaltim yang disiplin, rapi dan transparan vs budaya
organisasi DPRD tidak disiplin, tidak rapi, dan kurang transparan. Di sini Isro
menunjukkan kualitasnya. Ia tidak larut dengan budaya organisasi yang ada tapi
justru melakukan perombakan ke dalam tubuh DPRD Bontang. Ia buat anggaran DPRD
responsif terhadap persoalan masyarakat dengan mengadakan program “Kedai
Aspirasi” di PKT (Sebuah stasiun TV lokal di Bontang).
Bukan itu saja, catatan
kerja Isro yang terkenal termasuk menolak program pipanisasi gas dari Bontang
ke Jawa yang dikenal sebagai Proyek Kalija (Kalimantan-Jawa). Isro menolak
dengan dasar analisis bahwa hal itu akan menyebabkan cadangan gas Bontang cepat
habis. Apalagi biaya pembuatan Proyek
Kalija juga terlalu mahal secara ekonomi. Dalam buku ini diceritakan bagaimana
pengalaman dan pengetahuan Isro di bidang teknik sangat membantunya memahami
dan menjelaskan persoalan Kalija pada pihak terkait, termasuk Pemerintah Pusat.
Tidak ketinggalan manuvernya yang “selincah kancil” untuk menemui Presiden SBY
waktu itu, demi perjuangan menghetikan proyek Kalija.
Semua prestasi dan
kinerja yang tadi pada gilirannya tidak hanya membuat Isro terpilih jadi
anggota dan Wakil Ketua DPRD Bontang kedua kalinya pada 2009. Pada 2010, Adi
Darma, mantan Sekda Kota Bontang, mengajaknya maju sebagai wakil walikota
Bontang. Dengan perjuangan yang tidak mudah, akhirnya pasangan Adi Dharma-Isro
Umarghani terpilih sebagai Walikota-Wakil Walikota Bontang periode 2011-2016.
Isro seorang anak kampung yang miskin hingga tidak mampu kuliah, kini telak
menguak takdirnya yang nyaris tidak mugkin yakni menjadi wakil walikota di
negeri orang.
Itulah cerita rigkas Mas
Isro Umarghani yang menginspirasi bagi para pembaca buku ini. Kisah tersebut
dapat menjadi teladan bahwa seseorang dapat maju bahkan mengalahkan segala
keterbatasan masa kecilnya dengan tekad, ketekunan dan kesabaran. Lebih dari
itu, Isro telah menunjukkan satu hal yangt langka tapi ideal yakni bagaimana
seorang politisi seharusnya bekerja dan membawa manfaat bagi rakyatya. Sebagai
politisi, Isro menunjukkan profesionalismenya dalam pengertian yang sebenarnya.
Dia mampu mengubah situasi bukan diubah oleh situasi. Menjadikan DPRD dan Kota
Bontang menjadi lebih baik. Bila dinyatakan bahwa kaum profesional bisa
bermafaat di jabatan politik, Isro Umarghani adalah contoh terbaik.
Pada akhirnya, apa yang
dicapai Isro adalah buah dari segala hal yang pernah dilakukannya. Boleh
dikata, Isro Umarghani adalah contoh seorang kader PKS. Kader yang mencerminkan
slogan PKS : bersih, peduli dan profesional. Ia telah bermanfaat bagi dirinya,
keluarganya, lingkungan dan masyarakatnya.
Reviewer : Pito budi prasetyo (Santri Pesma Baitul
Hikmah)

No comments:
Post a Comment