Friday, December 16, 2016

Islam dan Peradaban Jawa


Inpasonline.com-Sebuah peradaban besar terlahir dari peran para ulama yang mengajarkan ilmu pengetahuan berdasarkan Syariat Islam. Namun kini, masa keemasan Islam sudah berganti dengan peradaban barat yang justru rapuh dan banyak terjadi kerusakan akibat perilaku yang menyimpang. Kemunduran yang terjadi pada umat Islam menjadi persoalan yang perlu dikaji. Dalam Dauroh InPAS, minggu 11/12/16, menghadirkan Ustad Ahmad Kholili Hasib, M.Ud selaku peneliti InPAS yang menyampaikan materi yang berjudul “Membangun kembali Peradaban Islam”.

Karakteristik peradaban Islam ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh para ulama melalui sebuah komunitas yang secara aktif dalam mengembangkannya. Selain itu, sebuah peradaban terlahir karena terdapat masyarakat yang hidup menetap dalam sebuah kota ataupun negara. Sehingga tercipta keterikatan antar manusia untuk bekerjasama.

“Tanda terwujudnya sebuah peradaban adalah berkembangnya ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, geometri, aritmatik, astronomi, optik, kedokteran, dll. Ilmu pengetahuan tidak mungkin hidup tanpa adanya komunitas yang aktif mengembangkannya”, Tutur Ustad Kholili yang mengutip pendapat Ibnu Khaldun.

Kemunduran peradaban Islam disebabkan oleh rusaknya ulama yang diawali oleh kerusakan ilmu. Ketika suatu negeri atau daerah absen dari ulama atau terdapat ulama tetapi tidak menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar, maka dapat menimbulkan robohnya tatanan masyarakat Islam.
Ibnu Khaldun mengatakan bahwa runtuhnya sebuah peradaban dikarenakan penyakit materialisme dan menurunnya pengembangan Ilmu Pengetahuan. Ibnu Khaldun berkata “Jika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya pun akan rusak. Akhirnya ia akan berubah menjadi hewan. (Ibnu Khaldun, Mukaddimah, hal 289).

Ilmu menjadi sesuatu yang urgen bagi masyarakat saat ini, mengingat ilmu pengetahuan merupakan pondasi dalam membangun sebuah peradaban. Maka sesungguhnya akar masalah yang sedang kita hadapi terletak pada pengertian ilmu. Akal pikiran kita telah diliputi oleh masalah sifat dan tujuan ilmu yang salah sehingga orang Islam telah terpedaya dan secara tidak sadar telah menerima pengertian ilmu yang dianggap sama dengan pengertian kebudayaan barat.

“Oleh karena itu, hal terpenting dalam membendung ilmu-ilmu sekuler adalah dengan menciptakan sebuah Universitas Islam yang memiliki struktur yang berbeda dari Universitas Barat. Konsep ilmu yang berbeda dari apa yang dianggap sebagai ilmu oleh para pemikir barat. Tujuan pendidikan tinggi dalam Islam yaitu untuk membentuk “Manusia Universal” artinya bukan hanya seorang spesialis dalam salah satu bidang keilmuan, melainkan seorang yang universal dalam cara pendangnya dan memiliki otoritas dalam beberapa bidang keilmuan yang saling berkaitan”, Ujar Ustad Kholili.

Selain membangun sebuah lembaga unggul, diperlukan pula sebuah strategi dalam mengembangkan Peradaban Islami melalui komunitas keilmuan Islam yang aktif sehingga akan terbentuk masyarakat Islam dan juga mendorong terjadinya Politik Islam. Hasil akhirnya adalah masyarakat akan hidup dengan damai dan sejahtera.

Dalam membentuk sebuah peradaban dapat dimulai dari individu yang beradab. Dari Individu akan terbentuk sebuah keluarga yang beradab pula. Sebuah keluarga yang sakinah akan muncul masyarakat santun. Dari masyarakat inilah akan timbul kota yang beradab sehingga tercipta sebuah negara yang memiliki Peradaban Islami.

Dengan demikian, peradaban Islam (Islamic Civilization) akan tercipta jika terdapat ulama yang mampu memperbaiki akhlak masyarakat dan menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar. Selain itu, lembaga pendidikan yang berdasarkan syariat Islam harus mampu menandingi lembaga-lembaga pendidikan sekuler yang sudah menanamkan doktrin Peradaban Barat.


(Penulis : Pito Budi Prasetyo – Santri Pesma Baitul Hikmah)  

No comments:

Post a Comment