Islam dan Peradaban
Jawa
Inpasonline.com-Sebuah peradaban besar terlahir dari peran para
ulama yang mengajarkan ilmu pengetahuan berdasarkan Syariat Islam. Namun kini,
masa keemasan Islam sudah berganti dengan peradaban barat yang justru rapuh dan
banyak terjadi kerusakan akibat perilaku yang menyimpang. Kemunduran yang
terjadi pada umat Islam menjadi persoalan yang perlu dikaji. Dalam Dauroh
InPAS, minggu 11/12/16, menghadirkan Ustad Ahmad Kholili Hasib, M.Ud selaku
peneliti InPAS yang menyampaikan materi yang berjudul “Membangun kembali Peradaban Islam”.
Karakteristik peradaban Islam
ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh para ulama
melalui sebuah komunitas yang secara aktif dalam mengembangkannya. Selain itu,
sebuah peradaban terlahir karena terdapat masyarakat yang hidup menetap dalam
sebuah kota ataupun negara. Sehingga tercipta keterikatan antar manusia untuk
bekerjasama.
“Tanda terwujudnya sebuah
peradaban adalah berkembangnya ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia,
geometri, aritmatik, astronomi, optik, kedokteran, dll. Ilmu pengetahuan tidak
mungkin hidup tanpa adanya komunitas yang aktif mengembangkannya”, Tutur Ustad
Kholili yang mengutip pendapat Ibnu Khaldun.
Kemunduran peradaban Islam
disebabkan oleh rusaknya ulama yang diawali oleh kerusakan ilmu. Ketika suatu
negeri atau daerah absen dari ulama atau terdapat ulama tetapi tidak
menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar, maka dapat menimbulkan robohnya
tatanan masyarakat Islam.
Ibnu Khaldun mengatakan bahwa
runtuhnya sebuah peradaban dikarenakan penyakit materialisme dan menurunnya
pengembangan Ilmu Pengetahuan. Ibnu Khaldun berkata “Jika kekuatan manusia,
sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya pun akan rusak.
Akhirnya ia akan berubah menjadi hewan. (Ibnu Khaldun, Mukaddimah, hal 289).
Ilmu menjadi sesuatu yang urgen
bagi masyarakat saat ini, mengingat ilmu pengetahuan merupakan pondasi dalam
membangun sebuah peradaban. Maka sesungguhnya akar masalah yang sedang kita
hadapi terletak pada pengertian ilmu. Akal pikiran kita telah diliputi oleh
masalah sifat dan tujuan ilmu yang salah sehingga orang Islam telah terpedaya
dan secara tidak sadar telah menerima pengertian ilmu yang dianggap sama dengan
pengertian kebudayaan barat.
“Oleh karena itu, hal terpenting
dalam membendung ilmu-ilmu sekuler adalah dengan menciptakan sebuah Universitas
Islam yang memiliki struktur yang berbeda dari Universitas Barat. Konsep ilmu
yang berbeda dari apa yang dianggap sebagai ilmu oleh para pemikir barat. Tujuan
pendidikan tinggi dalam Islam yaitu untuk membentuk “Manusia Universal” artinya bukan hanya seorang spesialis dalam
salah satu bidang keilmuan, melainkan seorang yang universal dalam cara
pendangnya dan memiliki otoritas dalam beberapa bidang keilmuan yang saling
berkaitan”, Ujar Ustad Kholili.
Selain membangun sebuah lembaga
unggul, diperlukan pula sebuah strategi dalam mengembangkan Peradaban Islami melalui
komunitas keilmuan Islam yang aktif sehingga akan terbentuk masyarakat Islam
dan juga mendorong terjadinya Politik Islam. Hasil akhirnya adalah masyarakat
akan hidup dengan damai dan sejahtera.
Dalam membentuk sebuah peradaban
dapat dimulai dari individu yang beradab. Dari Individu akan terbentuk sebuah
keluarga yang beradab pula. Sebuah keluarga yang sakinah akan muncul masyarakat
santun. Dari masyarakat inilah akan timbul kota yang beradab sehingga tercipta
sebuah negara yang memiliki Peradaban Islami.
Dengan demikian, peradaban Islam
(Islamic Civilization) akan tercipta jika terdapat ulama yang mampu memperbaiki
akhlak masyarakat dan menjalankan fungsi amar ma’ruf nahi munkar. Selain itu,
lembaga pendidikan yang berdasarkan syariat Islam harus mampu menandingi
lembaga-lembaga pendidikan sekuler yang sudah menanamkan doktrin Peradaban
Barat.
(Penulis : Pito Budi Prasetyo – Santri Pesma Baitul Hikmah)

No comments:
Post a Comment